KOTA DEPOK — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Sukmajaya terus berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mengambil momentum bulan suci Ramadhan, Kwarran Sukmajaya menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sosialisasi Kesakaan dan Pramuka Peduli” pada Sabtu (28/02/2026).
Bertempat di Aula Kecamatan Sukmajaya, kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Sebanyak 144 peserta yang terdiri dari Pramuka golongan Penegak, Pandega, serta Penggalang Terap se-Kecamatan Sukmajaya hadir untuk memperdalam wawasan mereka. Menariknya, agenda sosialisasi ini tidak hanya berisi penyampaian materi di dalam ruangan, tetapi juga dirangkai dengan aksi nyata berupa pembagian takjil kepada masyarakat sekitar.
Ketua Kwarran Sukmajaya, Kak Mintarsih, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda strategis yang tertuang dalam Program Kerja Kwarran Sukmajaya Tahun 2026. Ia menekankan bahwa pengenalan Satuan Karya (Saka) dan Pramuka Peduli sangat penting sebagai wadah pengembangan karakter anggota muda.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program kerja Kwarran Sukmajaya tahun 2026. Kami ingin adik-adik Penegak, Pandega, maupun Penggalang Terap mulai membuka wawasan tentang berbagai Satuan Karya (Saka). Saka adalah wadah yang sangat tepat untuk membekali diri dengan life skill (keterampilan hidup) yang spesifik dan profesional,” ujar Kak Mintarsih dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kak Mintarsih juga memberikan motivasi mendalam terkait urgensi jiwa kerelawanan yang menjadi ruh dari Pramuka Peduli. Menurutnya, anggota Pramuka harus selalu siap sedia membangun masyarakat.
“Pramuka itu harus hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Rangkaian berbagi takjil hari ini adalah implementasi langsung dari semangat Pramuka Peduli. Mari kita asah empati kita, jangan pernah lelah berbuat baik, karena wujud tertinggi dari pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma adalah kemanfaatan kita bagi orang lain,” tambahnya dengan penuh semangat.
Penggabungan antara materi sosialisasi dengan praktik langsung berbagi takjil terbukti sangat efektif. Peserta tidak hanya menyerap teori tentang pentingnya kerelawanan, tetapi langsung turun ke jalan mengaplikasikan nilai-nilai kepedulian tersebut melalui berbagi takjil untuk berbuka puasa.
Tujuan jangka panjang dari terselenggaranya acara ini sangatlah jelas. Kwarran Sukmajaya menaruh harapan besar agar pasca-sosialisasi ini, segera terbentuk dan aktifnya berbagai Satuan Karya (Saka) serta unit Pramuka Peduli secara resmi di tingkat Kwartir Ranting Sukmajaya.
Dengan terbentuknya wadah tersebut, diharapkan pembinaan kecakapan hidup (Saka) dan pergerakan aksi kemanusiaan/tanggap darurat (Pramuka Peduli) di wilayah Sukmajaya dapat berjalan semakin terorganisir, masif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Bowo Sakri
Editor: Mantias Yugo

Tinggalkan Balasan