|

, ,

|

|   58 dilihat

Scout Creator Hub: Wujudkan Transformasi Admin Media Sosial Pramuka Kota Depok yang Kreatif dan Kekinian


Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Depok melalui BIdang Kominfo sukses menyelenggarakan “Workshop Pengelolaan Media Sosial Pramuka Tahun 2026” pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan edukatif ini dilangsungkan di Gedung Pramuka Kota Depok. Workshop ini dimaksudkan sebagai wadah edukasi, pembekalan teknis, serta penyelarasan visi bagi para admin media sosial di lingkungan Kwarcab Kota Depok. Tujuannya sangat krusial, yakni untuk memperkuat fungsi kehumasan agar penyebaran informasi kepramukaan menjadi lebih terpadu, kekinian, dan tepat sasaran. Kegiatan ini menyasar 35 orang peserta yang merupakan perwakilan admin media sosial dari tingkat Kwarran, DKR, DKC, Saka, Sako, hingga Unit Pramuka Peduli se-Kota Depok.

Acara diawali pada pukul 09.15 WIB dengan sesi Pembukaan Kegiatan. Kak Yugo Mantias Nurcahyo, S.Pd., selaku Ketua Panitia, mengawali acara dengan penyampaian laporan pelaksanaan. Dalam laporannya, Kak Yugo menekankan pentingnya kemampuan adaptasi anggota Pramuka saat ini. Ia menyampaikan, “Di era digital ini, Pramuka harus makin go digital dan relevan dengan zaman”. Lebih lanjut, ia juga memberikan pesan menukik terkait esensi dari publikasi Pramuka dengan menyatakan bahwa, “Kita ingin konten Pramuka di Kota Depok tidak hanya menarik, tapi juga positif dan berdampak”.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Kwarcab Kota Depok, Kak Nina Suzana, S.Sos., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Kwarcab Kota Depok, Kak Syaiful Hidayat, S.I.Kom., M.Si (Han). Selain membuka acara, Kak Nina juga mengambil peran sebagai Pembicara Kunci dengan membawakan Materi 1 bertajuk “Arah Kebijakan Kwartir Cabang Kota Depok dalam Transformasi Digital dan Media Sosial Pramuka”.

Dalam sambutan dan pemaparannya, Kak Nina sangat menyoroti urgensi perubahan bagi Pramuka di tengah era disrupsi informasi. Beliau menegaskan realitas digital saat ini dengan mengutip, “Jika Pramuka tidak hadir secara digital, maka kita dianggap ‘tidak ada’ oleh publik”. Kak Nina juga mengingatkan para admin bahwa peserta didik Pramuka saat ini adalah Generasi Z dan Alpha yang hidup di layar ponsel. Oleh karena itu, cara komunikasi harus menyesuaikan dengan bahasa dan platform mereka. Kak Nina berpesan bahwa admin medsos adalah juru bicara dan gerbang informasi utama bagi organisasi.

Setelah jeda istirahat siang, antusiasme peserta dilanjutkan dengan Materi 2 mengenai “Branding Digital untuk Gerakan Pramuka”. Sesi ini diampu langsung oleh Kepala Pusdatin Kwarda Jawa Barat, Kak Irfan Paturohman, M.I.Pol. Kak Irfan membuka wawasan peserta bahwa media sosial adalah etalase organisasi yang menjadi wajah pertama yang dilihat masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif melawan stigma negatif. Publikasi harus bisa mengubah persepsi publik dari “Pramuka itu kuno/hanya tepuk tangan” menjadi “Pramuka itu keren, solutif, dan berwawasan teknologi”. Kak Irfan juga membagikan strategi spesifik untuk setiap platform, seperti fokus pada visual estetik dan Reels untuk Instagram, konten tren edukasi pendek untuk TikTok, berita komunitas untuk Facebook, hingga dokumentasi kegiatan besar untuk YouTube.

Tidak hanya berhenti pada teori, pada pukul 14.30 WIB peserta diajak untuk mempraktikkan langsung ilmu yang didapat. Sesi ini diisi dengan diskusi mendalam mengenai standarisasi publikasi, dilanjutkan dengan simulasi pembuatan konten desain format “Carousel” yang biasa digunakan untuk event maupun infografis. Kegiatan yang berjalan interaktif ini kemudian ditutup secara resmi pada pukul 16.00 WIB.

Workshop Pengelolaan Media Sosial Pramuka ini merupakan langkah adaptif dan inovatif yang sangat penting bagi Kwarcab Kota Depok. Melalui pembekalan teknis dan penyamaan persepsi ini, diharapkan arus informasi yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri dapat menjadi lebih terintegrasi secara optimal. Pengelolaan media sosial yang informatif, menarik, dan terstandarisasi akan menjadi ujung tombak kehumasan untuk memastikan Gerakan Pramuka di Kota Depok selalu eksis, dicintai generasi masa kini, dan bebas dari persepsi kuno di ruang digital.

Admin


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *